Rabu, 25 Februari 2009

Twilight – Novel dan Movie nya sama-sama menarik


Category: Movies
Genre: Romance


Sejak cerita romantis antara manusia dan vampir ini menjadi pembicaraan menarik, tidak hanya di media tapi juga di antara teman-teman saya, makanya saya tertarik untuk mengetahui seperti apa sih ceritanya. Semakin tertarik begitu tahu ternyata, film ini diangkat dari novel sukses Stephanie Meyer berjudul sama.
Kali ini saya melanggar rule saya sendiri, baca dulu baru nonton filmnya. Tapi tidak sepenuhnya melanggar sih. Saya membaca, mencoba mengenal karakter-karakter utama pada cerita ini dan di pertengahan novel saya hentikan untuk kemudian langsung menonton filmnya. Percobaan ini saya lakukan untuk menangkap keberhasilan sang sineas menvisualisasikan ceritanya. Mampu ga sih penonton menangkap alur ceritanya, meski tidak mengenal siapa Isabella Swan dan Edward Cullen itu.

Kesimpulannya, Sutradara itu cukup berhasil menuangkan lembaran-lembaran buku mejadi beberapa potongan adegan. Dia berhasil mensiasati novelnya yang tebal (518 halaman) menjadi potongan video berdurasi 2x60 menit. Meski beberapa plot diubah tidak sesuai novel, tapi masih logis. Sebagai contoh, 7 bab novelnya (bab 8 – 14) berhasil “diacak” untuk kemudian sukses dipaparkan 10 menit di filmnya. Tahap PDKT yang membuat saya gregetan dengan sikap Bella yang jatuh bangun menghadapi Edward si misterius guy.

Isabella Swan harus pindah ke daerah Forks yang “ndeso” untuk tinggal bersama ayahnya, Charlie, karena ibunya, Renee, menikah lagi dengan laki-laki lain. Di tempat barunya inilah dia bertemu dengan lelaki pucat, Edward Cullen, yang bertingkah aneh dengan keluarga-keluarganya. Secara kebetulan dia harus duduk sebangku dengan Edward di kelas Biologi. Sayangnya Edward bersikap membencinya dan sangat tidak welcome. Setelah tahap PDKT yang panjang (di bukunya) akhirnya mereka pun terlibat kisah asmara. Tidak ada lagi rahasia diantara mereka. Bahkan Edward mengajak Bella untuk mengenal keluarganya lebih dekat.

Kisah ini semakin membius ketika ceritanya hanya tidak melulu dihiasi kisah cinta antara dua mahluk berbeda dunia. Ada intrik yang menarik diantara mereka. Bahaya yang mengitari Bella, disadari tapi tidak bisa dihindari. Edward dan keluarganya bukan satu-satunya mahluk penghisap daerah di lingkungan itu. Dan kemudian mereka bertikai karena Bella adalah cerita yang bisa ditebak, meski diakhiri dengan sangat romantis di mana Edward harus berjuang melawan egonya. Berjuang melawan rasa “hausnya” demi Cinta.
See…. Romantis kan?

Satu yang menjadi catatan saya ketika melihat Edward dan keluarganya di tayangan awal film. Ga bangetttt… kenapa ya saya seolah melihat Joker dengan tatanan make up yang lebih rapi. Mirip badut pucat. Ga seelegan novelnya, yang begitu memuji-muji Edward dan family. Meski kemudian terbiasa melihat di adegan2 selanjutnya. Bella cakep banget. Melebihi ekspektasi saya ketika membaca novelnya.

Last but not the least, saran saya baca bukunya aja dulu deh. Hingga bisa bener-bener larut dalam kisah Bella-Edward.


The Kite Runner - The Movie


Category: Movies
Genre: Drama


Setelah membaca bukunya yang sangat menyentuh, ada hasrat untuk menonton versi layar lebarnya. Bagaimana jika kisah Amir dan Hassan ini divisualkan. Bagaimana jika Novel booming di dunia kembali diangkat ke layar lebar oleh perfilman Hollywood.

Film dibuka dengan penemuan kejanggalan setting cerita. Jika dibukunya bersetting tahun 2002, di filmnya tahun 2001. Aneh... atau buku yang beredar di Indonesia memang berbeda dengan buku aslinya? Kemudian beralur mundur untuk menceritakan sosok Hassan yang "dikhianati" Amir. Sayangnya pada bagian ini, chemistry antara kedua anak itu tidak digambarkan sempurna, jadi bagian pengorbanan Hassan dan sifat pengecut Amir, menurutku, tidak sukses membuat penonton tersentuh. sementara pada novelnya bisa dibilang sepertiga bagiannya adalah untuk memaparkan kisah ini (untuk sinopsis bukunya ada di sini )
Lagi-lagi terbentur dengan durasi film yang terbatas. Hambatan seorang film maker jika mengangkat tema dari sebuah novel sukses. Terbentur durasi dan ego pembaca novelnya.

Justru film ini berhasil memaparkan bagian dimana Amir berniat "menebus" dosanya dengan menyelamatkan Sohrab, anak Hassan. Film ini juga sangat sukses memperlihatkan sisi lain dari Kabul, Afghanistan. Keindahan dan kebudayaannya. I Love it...

Tapi, overall, jika disuruh milih saya lebih memilih membaca bukunya dibanding menonton filmnya.



Disaster Movie - It's a really Disaster Movie!


Category: Movies
Genre: Comedy


Kembali film parodi dilepas. Film yang diracik dan dijalin dari rentetan plesetan film-film hollywood yang laris dan masuk dalam daftar film box office tahun ini. Sebut saja, Iron man, Hulk, Hancock, Enchanted, Indiana Jones, High school Music, Jumper, Clover field, The guru, 10.000 BC, Juno, Alvin and the chipmunk dan masih banyak film hollywood lainnya. Belum lagi beberapa tokoh pesohor yang juga ditampilkan secara kocak. Bermaksud menyindir atau lucu2an aja, aku ga tau. Michael Jakcson, Jessica Simpson, Justin timberlake contohnya.

Tapi masih ingatkan aturan utama kalo ingin nonton film parodi seperti ini. Anda harus sudah menonton film yang diplesetkan. Karena kalo tidak anda akan bingung ini lucunya di mana ya?

Film Disaster Movie, mengambil tema Clover field sebagai track utama dalam jalan cerita kali ini. Will dan teman2nya panik menghadapi bencana yang melanda kotanya. Mereka berusaha keluar dari pusat kota, tapi ternyata Amy, kekasih Will terjebak dalam museum dan tidak bisa kemana-mana. Berempat mereka berusaha kembali ke pusat kota untuk menyelematkan Amy.

Dalam perjalanan menyelamatkan itulah, film ini menampilkan adegan-adegan konyol. Meski beberapa diantaranya jorok dan berkesan garing.

1 bintang cukuplah! Kalo kalian sudah kehabisan stok film untuk ditonton, bolehlah film ini dilirik!


The other boleyn girl - Persaingan dan Penghianatan


Category: Movies
Genre: Drama


Film ini diangkat dari sebuah Novel laris Phillipa Gregory berjudul sama. Berkisah tentang Ratu England Anne Boleyn yang merupakan ibu dari Queen Elizabeth I. Dibahas dari sudut pandang saudaranya sendiri, Marry Boleyn. Marry sendiri adalah selir dari King Henry VIII yang kemudian ditelantarkan karena Henry menikahi Anne.

Film ini menggunakan alur mundur. Totally flashback. Alur yang juga baru saya sadari ketika film ini memasuki closure.

Anne dan Marry lahir dari keluarga yang ambisius mengejar pretise dan kehormatan. Setelah pernikahan Marry dengan lelaki biasa, Anne pun diplot untuk mendekati dan memikat Henry, King of England VIII. Karena watak Anne yang keras dan tegas, Henry justru berbalik menyukai Marry yang berpembawaan lembut dan keibuan. Henry pun meminang Marry untuk diboyong ke Istana, meski sudah menikah.

Bapak dan pamannya sangat mendukung. Bahkan suaminya pun tidak bisa berbuat apa-apa, setelah dijanjikan posisi dan jabatan yang menyenangkan. Marry pun tinggal di istana. Hingga kemudian melahirkan putra Henry. Sesaat setelah melahirkan, bukan pelukan kebahagiaan dari Henry yang diperoleh tapi justru lambaian good bye dari Henry yang berpaling kepelukan saudaranya, Anne, The other boleyn girl.
Anne secara licik berusaha memikat Henry dengan segala upaya. Make a man curious, and they will follow you then. Prinsip yang berhasil diterapkan Anne ke Henry. Bahkan Saking tergila-gilanya, Henry rela menceraikan istri sahnya. Setelah menikahi Anne, otomatis Anne jadi ratu. Tapi Anne hanya bisa memberikan seorang putri untuk Henry. Sementara Henry terobsesi ingin memiliki Seorang putra yang bisa mewarisi kerajaan dan kekuasaannya. Hingga kemudian Anne pun berupaya segala macam cara untuk bisa hamil, bahkan dengan memaksa saudara laki-lakinya sendiri, George, untuk mau menghamilinya. Ambisi ini lah yang menjadi biang kesalahan Anne dan kemudian membuatnya terpuruk menjadi pesakitan.

What a really complicated story. Gara-gara nonton film ini, saya tertarik ingin membaca novelnya. Karena film ini sangat membingungkan. Banyak adegan yang loncat-loncat dan memaksa kita (yang belum pernah baca bukunya) untuk berasumsi sendiri. Setting dan wardrobe film ini bener-bener wah. berhasil menampilkan suasana kerajaan England di jaman itu.



From bandung With Love - Kesetiaan emang mahal harganya


Category: Movies
Genre: Drama


Semalam saya nonton film ini di rumah. Entah kenapa saya tertarik memasukkan film ini dalam daftar reveiw filmku. Yang jelas bukan karena sinematografinya, karena film ini memiliki sinematograpi yang biasa-biasa saja. Masih standar, bahkan berkesan seperti film televisi biasa.
Tapi ceritanya bagus. Mengalir dan ga ribet. Memang tidak sesarat pesan moral yang dimiliki oleh Laskar Pelangi atau Naga Bonar Jadi 2. Betul, tapi setidaknya ada pesan penting yang bisa diperoleh dalam film ini. Pesan mendasar yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Vega adalah seorang mahasiswi dengan kegiatan part time yang seabgreg. Mulai dari penyiar radio sampai sebagai copywriter di dunia broadcasting. Sebagai penyiar radio, dia memegang acara yang cukup diminati oleh masyarakat bandung. From Bandung With Love, adalah nama acaranya. Acara ini ajang curhat para mojang bandung tentang dunia cinta-cinta mereka. Dan Vega mengelola acara ini sangat serius. Saking seriusnya dia selalu riset dengan tema yang akan diangkat dalam acara radionya minggu depan. Hingga akhirnya dia mengangkat tema kesetiaan - perselingkuhan, terinspirasi oleh pengalaman Wulan, sahabatnya, yang dikhianati oleh pacarnya. Dion pacar Vega mengingatkan kalo tema ini sangat sensitif.

Cerita mulai berjalan ketika dia mulai riset dan menempatkan Ryan, Creative director - partner kerjanya dalam broadcasting, sebagai subjek risetnya. Celakanya, Ryan punya pesona yang luar biasa yang membuat Vega justru merasakan sendiri makna kesetiaan sebenarnya.

Film ini mengajarkan kita bagaimana bersyukur dengan apa yang kita peroleh. Jangan pernah mau bermain api kalo tidak ingin kepanasan bahkan terbakar. Sayangnya film ini ditutup dengan ending yang standar. Ga ada closure yang berarti setelah di pertengahan film sudah berhasil membuat saya turut gemes dan emosi memandang tokoh Vega sebagai sosok yang antagonis! Tapi memang kadang2 manusia tidak pernah bersyukur dengan sesuatu yang telah diperolehnya sampai sesuatu itu pergi meninggalkannya...

Well, 3 bintang adalah skor yang terhormat untuk film Indonesia yang semakin ga jelas dengan tema2 plagiatnya.



[Korean] Now and Forever - Cinta sejati sampai mati


Category: Movies
Genre: Romance


Film ini rilis tahun 2006. Tapi baru kemaren saya liat. Film ini bergenre Drama Romantis tapi berbalut komedi. Jadi tidak heran beberapa adegan membuat kita tersenyum simpul bahkan tertawa ngakak.

Min-Su (Choi Ji Woo) adalah playboy kelas kakap yang selalu mempermainkan wanita dalam waktu bersamaan, Min-Su tidak pernah percaya akan adanya cinta sejati, Hingga kemudian bertemu Hye-Won (Jo Han-sun) wanita cantik yang selalu lari dari rumah sakit karena bosan "dikurung" diruang perwatannya. Min-Su terpeseona dengan pembawaan Hye-Won yang cuek tapi bersahaja. Penolakan2 yang dilakukan Hye-Won membuat Min-Su semakin tertarik dan rela melakukan investigasi terhadap wanita ini

Hye-Won yang semula antipati akhirnya mau juga memanfaatkan Min-Su untuk terus kabur dan kabur dari Rumah sakit. Petualangan2 yang mereka jalani ternyata membuat mereka semakin menyadari bahwa mereka adalah soul matre sejati. Now and forever. Tapi ada kendala di dua pihak. Min-Su akhirnya mengetahui rahasia Hye-Won. Penyakit yang dideritanya ternyata sudah memasuki level akhir. Tinggal menunggu waktu. Tapi ternyata Min-Su pun punya rahasia yang sahabatnya sendiri ga diberitahu. Meski kemudian akhirnya terkuak diakhir2 cerita.



[Movie Jadul] Ella Enchanted - Another "Cinderella story"

Category: Movies
Genre: Romantic Comedy


Tidak sedikit film yang mengangkat kisah atau film yang bertema seperti cinderella. Meski tidak sama, tapi film ini memiliki jalinan benang merah yang sama dengan Cinderella. Dan kisah-kisah romantis komedi seperti ini sangat pas ditonton di saat-saat penat, lelah dan butuh kesegaran. Film ini sangat ringan, simple dan very predictable. Jadi tidak dibutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi. Watch like the water flows!

Ella of frella, Seorang putri yang cantik lahir dalam keadaan termantra oleh seorang peri pembagi berkah. Sayang mantranya itu sangat menyiksa Ella kelak setelah dia dewasa. She's became obedient. Dia sangat susah melanggar perkataan yang bersifat memerintah.

Hidupnya semakin susah ketika dua saudara tirinya mengetahui kelemahannya itu. Mereka memanfaatkan Ella untuk kepentingan pribadi. Untuk menghilangkan mantra itu, Ella harus menempuh perjalanan jauh menuju peri yang memberikan mantra itu. Nah, diperjalanan inilah justru Ella menemukan kekuatan sesungguhnya yang bisa membuat mantra itu hilang.

Jika Ever After sukses dengan totally Drama Romantisnya bersama Drew Barrymore atau Enchanted dengan Musikalitas dan komedinya. Nah film ini berhasil menggabungkan kisah romantis komedi dan musikalitas ringan (jadi tidak membosankan) ke dalam layar lebar berdurasi kurang dari 2 jam.

Film ini release di tahun 2005. dan sukses mencuri tempat di jajaran box office.
Penasaran? Just watch it then!