Senin, 19 April 2010

The Tooth Fairy - Gabungan komedi, drama, sport dan music!

Genre : Comedy, Drama, Music and Sport
Score : 2 of 5 stars

Memilih film ini dikala suasana santai dan tidak ingin dibebankan dengan suatu yang berat-berat adalah pilihan yang tepat. Film keluarga yang ringan, dengan sentuhan komedi yang simpel dan bahkan balutan family problem yang wajar (meski terkesan dipaksakan) menjadikan The Tooth Fairy sebagai sebuah film yang asik dinikmati sambil kumpul bersama keluarga.

Dwayne Jhonson (Derek Thompson) adalah pemain hokey yang tugasnya menjegal lawan sampai gigi lawannya tanggal. Karena itu di liga hokey, Thompson dipanggil The Tooth fairy. Sayangnya ketenaran itu membuatnya menjadi sangat arogan, pongah dan sombong.

Kalimat ketus dan menjatuhkan selalu terlontar dari mulutnya. Termasuk ke calon anak tirinya yang mempercayai adanya peri gigi. Hingga kemudian kejadian aneh datang. TIba-tiba muncul sayap dan keanehan-keanehan lainnya, termasuk tiba-tiba ada dalam dunia peri. Ternyata dia kena tulah dengan ucapan yang tidak percaya dengan adanya peri.

Thompson ditugaskan menjadi peri gigi. Dia harus berada disana kurang lebih seminggu (yang kemudian diperpanjang karena melanggar aturan). Ceritanya pun bergulir lancar. Thompson yang harus membagi waktu antara perannya sebagai manusia dan sebagai peri.

Kejadian ini pun memberikan pelajaran banyak. Tidak akan ada kejutan yang berarti dalam film The tooth fairy. Genre seperti ini memang selalu berakhir kebahagian untuk semua pihak.

Oia, film ini terlalu memaksakan mengusung permasalahan yang kompleks. Ada tema sportnya, musiknya dan drama keluarga. Jadi seolah-olah ada film Air bud dicampur Coyote Ugly dalam film drama komedi biasa.

Ada satu kalimat yang saya quote dan menurutku bagus untuk jadi kalimat penyemangat :
"You can't make a score if you don't take a shot!"
Kalo ga pernah nyoba gimana mau berhasil!

Oot : Posternya sekilas mirip filmnya Vin Diessel "The Pacifier" ya? Tema hampir sama...


Tidak ada komentar: