Rabu, 17 Maret 2010

The Imaginarium of The Doctor Parnassus – 4 in 1

Genre : fantasy
Score : 3 of 5 stars

Apa kira-kira yang anda bayangkan ketika mengetahui ada 4 bintang besar memerankan satu karakter dalam 1 film? Excited? Yup… Itu yang ada di kepala saya ketika memutuskan mau menonton film ini. Bukan ingin membandingkan satu sama lain… bukan. Tapi hanya ingin melihat bagaimana mereka menempatkan diri dalam sosok yang harusnya sama di setiap adegan.

Dr. Parnassus, awalnya seorang biarawan (monk) yang kemudian terjebak dalam permainan taruhan. Tidak tanggung-tanggung, lawan mainnya adalah the Devil. Dalam taruhannya itu Parnassus menang. Sebagai imbalan dia bisa hidup abadi. Tapi hadiah itu justru berubah bencana karena hidupnya justru terkatung-katung tidak jelas, bahkan putrinya sendiri pun harus mau jadi “tumbal” permainan itu.

Parnassus pun berjuang mempertahankan anaknya, Valentina. Dalam perjalanan hidupnya itulah dia bertemu Tony. Tony yang lupa ingatan dan memiliki potensial tinggi. Tony berhasil menghidupkan bisnis teater keliling Parnassus yang sudah hancur. Mereka menjual kemampuan Dr. Parnassus membuat dunia khayalan yang ada di balik cermin. Dunia yang bisa menampilkan impian, khayalan dan karakter dari orang-orang yang berhasil masuk ke dalam cermin itu.

Terlihat menyenangkan tapi bisa membawa bencana!

Keseluruhan film bisa membuat kita bingung. Banyak pertanyaan kenapa begini, kenapa begitu. Harus benar-benar focus agar bisa menyimak film ini. Jujur, saya tidak terlalu berhasil dalam hal ini. Banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Meski di akhir-akhir sedikit terkuak jelas ceritanya. Tapi tetap membingungkan. Mungkin saya perlu nonton sekali lagi, biar bisa lebih mengerti.



Tapi yang patut diacungin jempol adalah, tampilan scene demi scene ketika cerita beralih ke dalam dunia Imaginarium yang diciptakan Dr. Parnassus. Semuanya serba Grande. Saya jadi ingar tampilan film The Falls. Yup, ini memberikan nilai lebih pada filmnya. Dan berkat ini pula, film ini masuk nominasi sebagai Penata Artistik dan Penata Busana Terbaik di Ajang Oscar 2010.

Ke-4 bintang besar tadi bermain apik. Bahkan di awal-awal, saya tidak menyadari adanya pergantian pemain. Heath Ledger, Johnny Deep, Jude Law dan Collin farrel keren! Mereka tidak terlihat dominan dalam memerankan Tony.

Oia... katanya, ini film terakhir Heath ledger. Dan karena belum sempat menyelesaikannya keburu meninggal (tahun 2008), diajak lah 3 bintang besar lainnya untuk bisa mengimbangi permainan Ledger.

Tidak ada komentar: