Rabu, 06 Januari 2010

Departures - Best Foreign language film Oscar 2009

Genre : Drama, Japanese
Score : 4 of 5 stars

Sebenarnya film ini sudah lama di box film ku. Dulu semangat ngumpulin film-film yang menang dalam Academy Award 2009. Film ini salah satu yang terlewatkan gara-gara - ingat banget - sempat muter dan tersendat di awal film. Nah kemaren liat lagi salah satu ulasan film ini dan memberikan penilaian bagus. Jadilah malam tadi saya memutarnya. Sempat harap-harap cemas takut kesendat lagi. Dan huraayyy... film nya bisa diputar.

Daigo Kobayashi adalah pemain cello di sebuah orkestra yang tidak terkenal di kota besar, hingga kemudian orkestranya bubar yang memaksanya menjual cello yang baru dibeli dengan sangat mahal. Daigo akhirnya memutuskan untuk pulang kampung dan memulai kehidupan di sana bersama isterinya.

Di kampung dia menemukan iklan low-ker yang menawarkan gaji tinggi tanpa memeperhatikan pengalaman kerja. Daigo melamar dan keterima saat itu juga tanpa ada proses wawancara apalagi tes-tes segala macam. Daigo kaget senang dan kemudian kaget shock ketika mengetahui pekerjaan sebenarnya.

MAYAT! ya.. pekerjaannya bukan travel agent seperti dugaan sebelumnya ketika membaca kata Departures di iklan koran. Daigo harus mengurus mayat. Mulai dari memandikan, merias sampai meletakkan mayat di peti.



Berbagai "klien" yang dijamahnya. Mulai dari mati normal sampai mati dibunuh atau bunuh diri, bahkan mati membusuk karena baru ditemukan 2 minggu kemudian. Tapi berbagai pengalaman yang juga didapat dari pekerjaannya ini. Membuat Daigo lebih kuat dan sabar dalam memahami hidup, mati, perpisahan dan kesedihan.

Daigo mulai menikmati dan menyayangi pekerjaannya ini. Meski dia dijauhi orang termasuk isterinya karena profesi pengurus mayat yang disandangnya! Pendapat yang salah dan mulai disadari ketika orang-orang itu mengalami musibah kematian dan membutuhkan jasa Daigo.

Perasaan Daigo lebih amburadul ketika mendapat kabar Ayahhnya wafat. Ayahnya telah pergi meninggalkan keluarganya karena alasan wanita. Kebencian terhadap ayahnya membuatnya marah dan mengabaikan semua hal tentang ayahnya. Perasaan itu berkecamuk dengan batin lainnya sebagai pengurus mayat.

Film yang sangat indah dan meaning full! Sebenarnya saya sudah yakin film ini pasti istimewa. Tidak mungkin menang di berbagai festival innternational termasuk Academy Award 2009, kalo tidak punya kelebihan. Saya melihat ide originalitas plot line ceritanya yang membuatnya unggul meski masih banyak kelebihan lainnya.

Angle view yang indah dan music yang menawan membuat ku makin terlena dan ngiler ingin ke Jepang. Dalam film ini sedikit banyak kita bisa memahami Kebudayaan jepang terutama tentang pemakaman. Bagaimana mereka menghargai orang yang telah meninggal. Sangat Indah...

Aktornya Jempol! Benar-benar pas memerankan tokoh Daigo. Perubahan profesi dari musisi menjadi pengurus mayat sangat natural dibawakan oleh Masahiro Motoki. Dia benar-benar lihai memainkan Cell tapi kemudian menjadi apik dan hati-hati ketika mengurus mayat!



Apalagi dibagian ketika dia menemukan ayahnya terbujur kaku. Oia... ada part dia menjelaskan tentang "surat batu"... permainan Ayahnya dan Daigo kecil. Batu kecil pemberian Daigo kecil ke ayahnya dia temukan dalam genggaman mayat ayahnya. I can feel that moment! Really!



5 komentar:

octobersky mengatakan...

waaahhh...
patut ditonton nih...
mupengg, nyari dvd nya ahhh...hihihi

Muhammad Asy'ari mengatakan...

sumpah, penasaran bgt sm film ini kak! ari suka bgt sm film jepang! inilah tujuan utama ari mo main kekostn kak anca. selain menjalin silahturahmi sebangsa makassar dan banyak film tentunya! hehehe...

Kacamata mengatakan...

@Octobersky : Semoga nemu :P agak susah nyarinya...
@Ari : Datang aja bos... tapi nonton di t4, ga boleh bawa pulang *muka galak*

Anonim mengatakan...

sebenarnya dah pernah diputar di MetroTV
klo gk salah pas pertangahan Ramadhan kemarin
keren bgt filmnya, gk nyesel dah nonton, istrinya sampe nangis waktu pertama kali liat Daigo dandanin mayat padahal waktu itu dia dah mau minggat klo Daigo gk mau berhenti dari kerjaan itu

Kacamata mengatakan...

Keren kan? Film yang sayang banget untuk dilewatkan!