Kamis, 11 Februari 2010

Sherlock Holmes - Lucu tapi Cerdas

Genre : Mysterius & Suspense
Score : 4 of 5 stars

Oke... saya telat nontonnya! Meski sudah dapat rekomendasi kiri kanan dan berusaha menghindari review yang terlalu spoiler akhirnya baru minggu kemaren saya nonton juga filmnya! Pfeww...

Sherlock Holmes, sang detektif legendaris, berhadapan dengan kasus sekte agama yang kuat. Mengandalkan intuisi dan kecerdasannya yang brilian, dia berusaha memecahkan kasus ini. Endusannya setajam anjing pelacak, matanya yang liar mencari petunjuk dan ingatannya yang fantastis mampu menggiringnya menuju terminal akhir kasus. Apalagi sahabat sejati, Dr. John Watson, selalu ada dibelakangnya untuk mendukung dan membantu menyelesaikan masalah.

Blackwood, sang pemimpin sekte, sangat licin untuk ditangkap. Dia jelas bukan lawan ringan yang gampang ditaklukan. Dengan segala cara dijalani agar tujuannya tercapai. Blackwood lah tujuan Holmes - Watson kali ini.

Kasus ini ternyata tidak hanya melibatkan kedua belah pihak tersebut, tapi juga melibatkan sosok misterius. Sialnya sosok misterius itu tahu titik lemah Holmes, sosok cantik Irene Adler, wanita tangguh dan pintar.

Banyak kejutan yang di buat sang sutradara, Guy Ritchie, dalam filmnya kali ini. Tidak lagi menawarkan adegan cepat dengan plot yang "tidak biasa" Meski beberapa adegan dalam film ini terlihat brilliant dengan visualisasi yang mewakili sudut pandang sang detektif. Film ini bukan film hitam putih, tapi itulah dominan warna yang muncul sepanjang film. Saya suka. Menonjolkan sisi jaman dulunya tapi tetap terlihat elegan dan ga jadul.

Big Ben dan Thames terlihat indah meski ada kalanya terlihat seperti lukisan.

Yang paling menonjol adalah karakter Holmes - Watson. Sangat apik dimainkan oleh Robert Downey Jr dan Jude Law. Pertemanan yang menarik, kental dan kuat. Celutukan dan tingkah mereka mengundang tawa. Hal yang tidak pernah saya temukan ketika membaca novelnya. Meski lucu adegan breath taking nya juga banyak. Ditambah musiknya yang wokeh tenan...

Makanya film ini kategori komplit. Semua ada. Jangan lupa sisi romantisnya juga sangat kuat loh. Meski tidak tergambarkan detil sedetil Holmes "melucuti" lawan bicaranya tentang fakta, tapi chemistry Irene-Holmes dan Watson-Mary sangat kuat di mataku.

"Everyone has a weak spot!" Kata Irene ketika mengutarakan alasan, kenapa dia mau bekerja untuk pihak ketiga dalam kasus ini, sambil menatap mata Holmes. Owww... she's so cute (but tough :D)

Yang jelas, Guy Ritchie sepertinya mengisyaratkan bahwa perjalanan Holmes-Watson masih akan berlanjut di film-film berikutnya.

Oia... saya lupa, dalam novelnya, Holmes itu punya masalah dengan pendengaran ya? Kenapa dalam film ini dia sperti mendapat bunyi dengungan di telinga ketika mendengar sesuatu yang "aneh"... (maklum novelnya udah lama banget saya tinggalkan).



Catatan penting yang (tidak) bisa diabaikan, penggambaran Holmes secara penampilan sangat berbeda dengan apa yang selama ini ada digambarkan Conan Doyle dalam novelnya. Topinya yang khas bermoncong dua dengan rompi mini kotak-kotak terpasang di bahu tidak terlihat sama sekali. Bahkan cangklong, ciri khas utama Holmes juga sangat jarang terlihat dalam film ini.

But it's okay... penampilan yang baru ini justru menghilangkan sosok Holmes yang kaku, misterius dan menegangkan. Bravo Downey!

Masih ada yang belum nonton? Jangan ulangi kesalahan ku... buruan nonton!!!


6 komentar:

fietha mengatakan...

holmes lucu, konyol tapi cerdas. watson cerdas, teratur, typical orang terpelajar.
mereka emang klop bangetjadi partner, bisa mengisi satu sama lain.
love this movie!!


btw, tukeran link ya,,,and follow back my blog.
thanx. salam kenal

Kacamata mengatakan...

Yup... pemilihan pemainnya juga tepat menurutku.

Salam kenal juga
saya lagi blogwalking nih di "rumah"mu ^^

Bang Mupi mengatakan...

Gua suka filmnya, cerdas. Salam kenal :D

Kacamata mengatakan...

@Bang Mupi... salam kenal juga. Terimakasih sdh mau mampir :D

nanda mengatakan...

filme apik... wajib tonton.. selebihnya.. no comment.. :p

Kacamata mengatakan...

Setuju...
Film komplit!
Meski jauh dari penggambaran Sir Conan ttg SH, but i still like it